Saturday, July 28, 2018

Karin si Perempuan dalam Pikiranku


Zayn, yah itulah panggilanku saat masih duduk di bangku SMA. Aku bukan seorang lelaki tampan yang di idamkan para wanita cantik, tapi apakah salah jika aku mengidamkan wanita cantik?. Hahaha itu hanya sebatas keinginan saja, karena aku sadar dengan paras seperti ini hanya memiliki peluang 5% untuk mendapatkan wanita cantik.

Saat SMA aku merupakan seorang siswa yang sangat menyukai kegiatan diluar mata pelajaran. Hampir semua aku geluti. Dimulai dari pramuka, paskibraka, basket, osis, rohis dan grup drama. Mungkin karena rasa jenuh dengan mata pelajaran yang kadang begitu membosankan sehingga harus ku alihkan ke kegiatan yang lain.

Tepat saat masuk kelas 3 aku menjadi ketua MOS untuk siswa angkatan baru nantinya. Ada beberapa organisasi yang masih ku geluti hingga kelas 3, diantaranya sebagai Ketua bidang kepemimpinan Osis, Ketua Rohis, dan anggota pramuka. Beberapa kegiatan ekstra tidak lagi kugeluti, karena aku tidak mampu untuk membagi waktu dengan semua itu.

Aku pun termasuk murid yang cukup dikenal oleh para guru dan murid lainnya, entah karena karakter dalam memimpin, murid yang kadang menghilang dari kelas karena organisasi, atau murid yang memiliki hobi unik sehingga mudah untuk memiliki banyak teman.

Cukup itu saja cerita tentangku, karena kali ini aku ingin menceritakan seorang wanita yang sampai saat ini masih menetap dalam pikiranku, bahkan menjadi napas hampir disetiap langkahku. Aku tidak pernah mengharapkan ataupun mengidamkan wanita seperti dia, si rambut yang agak keriting dengan bentuk wajah oval serta memiliki kulit putih dan memiliki belahan pada dagunya.

Karin, yah itu nama panggilannya. Pertama kali aku melihatnya ketika teman-temanku membicarakan gadis cantik yang duduk dikelas XB saat itu. Mereka menyuruhku untuk mengerjai dia, bahkan ada yang minta agar bisa dapatkan nomor handphone-nya. Jelas mereka memintaku karena aku ketua MOS saat itu.

Benar kata mereka dia cantik, tapi aku tidak melakukan hal lebih, hanya masuk kedalam kelas itu, kemudian mengambil alih kelas yang sebelumnya dipegang oleh kakak mentor mereka yang bertugas dikelas itu.

"Yang bernama karin mana? Berdiri" kataku pada murid baru dikelas itu.

Kemudian berdiri seorang wanita cantik yang sudah kujelaskan sebelumnya, dengan menundukan kepalanya mungkin karena malu. Kemudian aku memintanya duduk kembali dan meninggalkan kelas itu. Jujur aku tidak melakukan apa yang dipinta teman-temanku ataupun mengerjai dia sehingga terlihat modus, karena memang aku sadar diri dan sekaligus menjaga wibawa sebagai ketua most.

Sejak menjadi ketua most ada beberapa adik kelas yang meminta nomor hp dengan berbagai macam alasan, salah satunya teman karin, widya namanya.

"Kak boleh minta nomor Hp, aku mau ikut kegiatan wisata dakwah" kata widya. Aku pun memberikan no hp, karena masih menjadi ketua rohis dan ingin banyak yang ikut serta dengan kegiatan itu.

Setiap hari aku harus membeli paket kuota sms, hanya untuk membalas pesan dari murid-murid baru yang merupakan adik kelas, ada beberapa yang sampai memberi perhatian lebih hingga membuatku bingung harus dekati siapa. kemudian ada pesan masuk dari nomor baru yang sampai saat ini masih kuhafal nomor tersebut. 

"Assalamu'alaikum, kak ini Karin dari kelas XB, maaf aku minta nomor kakak dari temanku Widya. Karin mau tanya, apakah masih bisa ikut LDK Osis?". Kaget bercampur senang, setelah membaca sms itu, seperti mendapatkan undian berhadiah hahahha. Aku jawab pesan tersebut dengan sedikit cuek "wa'alaikumussalam, iya boleh, silahkan gabung setelah pulang sekolah"

Setelah pulang sekolah dia pun datang dengan senyumannya yang manis, kemudian kuberikan perlengkapan LDK untuk test tulis.

Beberapa menit kemudian ada pesan sms masuk "kak Karin hari ini mungkin cuma bisa ikut test tulis, karena harus cepat pulang". Iya dia memang anak rumahan yang tidak bisa terlalu lama diluar rumah, mungkin bisa sakit perut atau gatal-gatal kalau terlalu lama pulang diluar rumah hahahaha.

Malam harinya dia sms untuk memberitahu bahwa dia tidak jadi meneruskan ikut LDK Osis. Entah apa yang kurasakan, aku abaikan semua sms masuk dari adik-adik kelas yang lain dan fokus pada sms nya. Sempat terdiam dan membaca beberapa kali sms nya, ingin membalas pesan itu tapi tidak tahu harus balas apa, karena memang aku seorang yang sangat pemalu. Mungkin karena aku tidak peka akhirnya dia yang  lebih dulu menanyakan "kak sedang apa?".

Membaca pesan yang memberi perhatian itu rasanya seperti apa yah? Pokoknya campur aduk deh, antara senang dan tidak percaya seakan mimpi. Loh itu kan adik kelas yang jadi bahan pembicaraan teman-temanku, dan banyak yang sudah berusaha mendekatinya bahkan ada yang sempat bertaruh untuk bisa mendapatkannya. Sekarang dia yang di idamkan oleh mereka, telah memberikan perhatian padaku. Sejak saat itu mulailah cerita tentang kita.

Tidak lama kok kisah kita, tapi karena saat itu kita memang akui merupakan pertama kali kita kasmaran, sehingga setiap waktu kosong kita selalu gunakan untuk komunikasi secara langsung ataupun lewat telepon dan sms. Setiap hari dia menungguku selesai kegiatan LDK Osis agar bisa pulang bersama. Angkutan kita beda jalur tapi kita tetap memaksakan untuk 1 angkutan. Kadang naik angkutan searah ke rumahnya kemudian aku lanjut jalan kaki sedikit kerumah, begitupun sebaliknya kadang naik angkutan umum searah ke rumahku.

Saat malam kalau kita ingin bertemu, dia izin kepada orang tua untuk keluar rumah bersama adiknya chandra yang mungkin masih berumur 4 tahun saat itu, sebagai alasan agar kita bisa bertemu di sekitaran komplek rumahnya. Setiap malam sebelum tidur kita komunikasi lewat telepon, pagi pun kita saling membangunkan shalat subuh dan siap-siap ke sekolah. Setiap kita saling telepon yang paling aku ingat yaitu dia selalu memaksaku menyanyi ditelepon kemudian direkam olehnya, padahal dia tahu suaraku tidak begitu bagus hahahah.

Sudah 1 bulan kita dekat dan dia mempertanyakan hubungan kita. Jujur saja saat itu aku sudah nyaman dan memiliki rasa sayang, tapi aku memang seorang pemalu, tidak tahu apa yang harus aku lakukan Sehingga akhirnya aku nyatakan perasaan lewat sms. Kemudian dia balas dengan pesan "Maaf kak aku tidak bisa menerima perasaan kak jika hanya lewat SMS, karena bagiku itu bukan keseriusan".

Ditolak, sakit sekali rasanya. Kemudian dia mengirim pesan dengan menjelaskan dia ingin aku menyatakan perasaan secara langsung jika memang lelaki. Waduh dia pertanyakan kelaki-lakianku hahahaha. Dan akhirnya aku beranikan diri untuk membalas "ya besok kita bertemu dan akan kak nyatakan secara langsung".

Padahal kenyataanya aku hanya berani secara tidak langsung, karena setelah bertemu dengannya aku bingung harus mulai dari mana. Padahal kalau bicara depan banyak orang sudah terbiasa aku lakukan di OSIS, rohis dan grup drama, tapi hanya bicara tentang perasaan didepannya saja aku tidak berani. Bahkan sudah aku susun kata-kata yang indah dan latihan depan kaca. Tapi hampir setiap hari, dalam beberapa minggu aku tidak berani menyatakan perasaan itu secara langsung. Dia pun tidak bosan mengingatkanku ataupun menghilang karena sifat pengecutku. Dia mengajarkanku tentang keberanian saat itu, sedangkan aku hanya bisa bilang iya nanti besok pagi, nanti pulang sekolah dan alasan lainnya.

Akhirnya beberapa hari kemudian tepat pada hari jumat tanggal 8 agustus 2008 sekitar jam 6:28 pagi aku minta dia datang ke depan lab komputer yang berada dekat dengan kelasnya. Saat itupun dengan singkat padat dan jelas, aku berhasil menyatakan perasaan dan diterima olehnya.

Setelah kita jadian, setiap jam istirahat aku datang kedepan kelasnya, mununggu dia keluar kelas sambil ngobrol dengan teman-temannya. Karena disekolah kita selalu bersama, menjadi bahan perhatian dan pembicaraan teman-temanku dan temannya. Bahkan ada guru yang menegur karena mungkin terlalu dekat atau apalah alasan mereka menegur, aku tidak tahu. Pernah juga saat terima rapor hasil semester pertama, orang tuaku mendapat keluhan dari guruku. Katanya aku kebanyakan didepan kelas XB dibandingkan didalam kelas hahaha.

Disayangkan hubungan  kita tidak berlangsung lama, tapi nama dan cerita tentangnya masih menetap dipikirank. Bahkan setiap sandi akun media sosial selalu memakai namanya. Ada banyak kisah dengannya yang mungkin bisa kuceritakan dilain tulisan. Walaupun kita sudah berpisah tapi kadang kita saling komunikasi. Pertama kali dia buat akun Facebook dan Twitter, dia memintaku membuatkannya. Bahkan sampai emailnya yang sekarang masih dia gunakan, padahal email itu sangat alay hahaha. Sempat juga kita video call lewat scype, bertemu saat ada waktu, pernah juga saat dia ulang tahun ataupun aku ulang tahun, kita bertemu dan traktir teman-temannya makan.

Bahkan pernah saat aku rapuh dan hilang arah tujuan dalam hidup, seakan pasrah salah melangkah. Tidak ada satu orangpun teman atau keluarga yang kudengarkan. Hanya satu kalimat rasa kecewa darinya membuatku sadar dan langsung kembali melangkah tanpa kerapuhan. Hampir setiap hari dia temui aku dirumah, dengan adanya dia yang menemani membuat rasa rapuh itu menjadi rasa berani dan kuat menjalani kehidupan. Sampai sekarang kita masih saling komunikasi dan dia tahu perasaanku padanya. menjadikan dia sahabat pun sudah lebih dari cukup.

Kita saling menceritakan permasalahan dalam kehidupan dan saling support. Kadang beberapa kali kita bertemu dan main game bersama. Kita tahu batasan-batasan itu, dia yang sudah memiliki pacar begitupun sebaliknya. Dia tahu apa yang kurasakan, dan aku tidak pernah memaksanya untuk kembali bersama, karena dia memiliki pilihan yang akan dia jalani sendiri.

Kita berdua sadar, Tuhan telah menyediakan pasangan kepada setiap manusia, dan kita tidak tahu siapa pasangan yang telah disediakan untuk kita. Entah dia ataupun orang lain, kita tetap saling mendoakan agar mendapatkan pasangan yang terbaik.

Dia satu-satunya wanita yang mampu menyadarkanku disaat rapuh, merangkulku disaat aku jatuh, dan menemaniku disaat sendiri. Dialah Karin satu-satunya wanita yang masih menetap di dalam pikiranku.

No comments:

Post a Comment