Sunday, July 29, 2018

Pertemuan Karin

Aku Karin, gadis kecil yang kalau kata teman-temanku cantik, cerewet, suka dipuji, dan anak rumahan. Akhirnya aku akan segera masuk SMA. Karena aku lulusan SMP 1 yang merupakan sekolah favorit dikotaku, maka aku pun ingin memilih SMA yang merupakan salah satu sekolah favorit di kotaku, yaitu SMA 8. Walaupun awalnya orang tuaku ingin sekali aku lanjutkan disekolah berlatar belakang agama seperti MAN (Madrasah Aliyah Negri). Tapi aku lebih memilih masuk SMA.
Hari ini adalah hari sabtu, aku harus pergi kesekolah untuk menghadiri pra MOS, entah seperti apa MOS itu, pasti akan aku ketahui, karena sepertinya hal tersebut ditakuti oleh teman-temanku.
Saat sampai disekolah, aku merasa senang akhirnya bisa bersekolah di sekolah favorit ini. Aku berjalan menyusuri lorong-lorong sekolah yang begitu banyak, yang sebelumnya pernah ku tersesat saat mengikuti test masuk beberapa minggu lalu. Sekolahnya begitu luas dan banyak pohon serta bunga-bunga indah yang menghiasi sekolah tersebut.
Saat aku ingin berjalan menuju suatu ruangan yang pernah aku gunakan saat test sebelumnya, tiba-tiba terdengar suara dari toa kecil disetiap sudut sekolah.
"Kepada seluruh calon siswa baru, harap segera berkumpul di aula sekolah sekarang"
Ketika mendengar pemberitahuan tersebut akupun segera menuju aula yang berada tepat di bagian depan sekolah. Sepertinya suara itu terdengar seperti lelaki berumur 40an, ya benar itu adalah salah satu guru disekolah. Kemudian guru tersebut berbicara bla bla bla, yang intinya selamat datang di SMA 8 dan akan dikenalkan dengan panitia MOS, tapi terlalu panjang pembahasannya, membuatku sedikit bosan.
Tiba-tiba guru tersebut mempersilahkan seorang lelaki naik keatas panggung untuk memperkenalkan dirinya. Lelaki yang berkulit hitam pekat, eh kayaknya hitam manis deh. Memakai celana pendek kotak-kotak coklat, dan kaos hijau berkerak.
"Selamat datang di SMA 8, Nama saya Zayn kelas Xll ipa2, Saya ketua bidang kepemimpinan di Osis, yang sekarang dipercayakan sebagai ketua panitia MOS ditahun ini. Berikut saya serahkan kepada teman-teman panitia yang lain untuk memperkenalkan diri".
Cara berbicaranya itu loh, seperti memiliki aura yang berbeda. Sepertinya kakak kelas itu termasuk keturunan presiden soekarno deh, hahaha. Teman-temanku juga sependapat denganku, dia juga memiliki senyuman yang manis dengan kedua lesung pipinya.
Skip perkenalan kakak kelas yang lain, kali ini aku ingin membahas kakak kelas itu, yang kudengar sebelumnya bernama Zayn kalau tidak salah. Dia terlihat seperti seorang yang suka bercanda, karena saat itu setelah memperkenalkan diri, dia langsung tertawa bersama kakak kelas yang lain.
Tiba-tiba dia berjalan ke arah ku, aduh apakah dia melihatku saat memperhatikannya?. "Owh God" ternyata dia hanya melewatiku dan pergi ke perempuan yang berada dibarisan belakangku. Sepertinya perempuan itu kerabatnya, mereka terlihat sangat akrab. 
Dan akhirnya pertemuan diaula itu berakhir, kita disuruh kembali kesekolah hari senin jam 6 pagi, dengan beberapa catatan yang harus kita bawa.
Hari senin tepat pukul 05:50 aku sudah sampai di sekolah dan diantar oleh ayahku. Aku membawa tas kresek merah dan rambutku diikat 8 ikatan. Entah aku tidak tahu apa arti dari semua itu, setidaknya sekarang aku seorang siswa SMA, bukan siswa SMP lagi. Saat masuk gerbang aku kaget, ternyata kak Zayn dan beberapa temannya sudah berada didepan gerbang, dan dia menyuruh kita murid baru bahkan beberapa kakak kelas lainnya, yang sepertinya bukan pengurus osis, untuk mengangkat sampah didepan sekolah dan dibuang ditempatnya. Pantas saja sekolah ini kelihatan bersih, ternyata murid-muridnya memang memiliki hobi angkat sampah hahaha.
Saat jam 6 akhirnya kita dikumpulkan kembali di aula sekolah, kakak kelas yang bernama Zayn tidak ada. Sepertinya dia masih mengajarkan cara membuang sampah pada tempatnya hahaha. Kita akhirnya telah dibagikan kelas, kemudian diarahkan ke kelas masing-masing, bersama kakak mentor yang akan menjadi penanggung jawab kelas kita.
Hari pertama santai saja, tidak ada pelajaran dan hanya mendengar ocehan dari kakak mentor. Tidak ada yang menarik dengan hari pertama, tapi semenjak tadi pagi hungga pulang sekolah, aku tidak melihat batang hidung kak Zayn yang merupakan ketua panitia MOS.
ke-esokan harinya aku terlambat 5 menit, seperti biasa kita disuruh olahraga mengangkat sampah di depan sekolah. "Kak Zayn", aku melihatnya sedang marah-marah kepada beberapa murid baru laki-laki. 
Akupun masuk dan disambut oleh beberapa kakak kelas perempuan untuk dihitung jumlah ikatan rambutku, aku rasa mereka mungkin kurang kerjaan hahaha.
Kembali kita bahas kak Zayn, ternyata aku salah sangka, kukira dia lelaki yang ramah. Kali ini dia terlihat berbeda, entah itu tegas atau memang dia seperti bunglon yang suka berubah. Soalnya aku lihat dia banyak memarahi murid baru laki-laki. Dia menggunting setiap rambut murid laki-laki yang panjang, dan dia juga menyuruh mereka jalan jongkok seperti katak, mengelilingi lapangan voli yang berada tepat disamping aula.
Saat istirahat aku ke kantin bersama teman-temanku, dan untuk ke kantin saja aku butuh tenaga yang banyak. Karena ketika setiap lewat pengurus osis ataupun panitia MOS, kita harus menunduk dan tidak boleh lebih tinggi dari mereka. Untung saja aku tidak tinggi, jadi tidak perlu terlalu menunduk  lewat depan mereka, tapi bahaya juga jika bertemu kakak kelas yang lebih pendek, pasti aku langsung balik kanan dan kembali ke kelas hahaha.
Dikantin aku melihat kak Zayn, kali ini fix dia seorang bunglon. Karena dia kembali ramah lagi, dia tertawa bersama teman-temannya dan menyapa sambil memberikan senyum kepada setiap lewat murid yang lain, termasuk kita murid baru. Kan aneh bin ajaib, sifatnya suka berubah kembali 260 derajat, eh 180 derajat maksudku.
Saat waktu istirahat selesai, kita diarahkan kembali ke aula sekolah, karena akan ada perkenalan dari beberapa organisasi sekolah. Kali ini aku sepertinya akan mengagumi kakak kelas yang bernama Zayn tersebut. Saat perkenalan Osis ada kak Zayn, perkenalan Rohis ada kak Zayn juga bahkan sebagai ketua Rohis, kemudian pramuka, basket dan grup drama pun ada kak Zayn. Kali ini aku tahu kenapa dia seperti bunglon, bukan karena dia keturunan bunglong yah, Tapi dia memang jago akting, soalnya kan dia anggota grup drama, pantas saja bisa berubah sikapnya.
Saat kita kembali ke kelas, banyak kakak-kakak kelas yang sepertinya bukan panitia MOS, berada depan kelas dan mereka melihat ke arahku. Aku sempat mendengar sedikit percakapan mereka diluar, mereka bilang aku mirip dengan kakak cewek berkerudung putih yang bersama mereka.
Kemudian datanglah kak Zayn dan sempat mengobrol dengan mereka. Aku melihat ada yang menunjukan tangan ke arahku, terlihat kak Zayn mencari seseorang yang sepertinya aku orangnya. Dia pun masuk mengambil alih kelas.
"Yang bernama Karin mana? Berdiri". Kata kak Zayn. Benar dia mencari nama Karin, yaitu aku, akupun berdiri. Kemudian dia menoleh ke arah kakak cewek berkerudung putih, dan mempersilahkan aku duduk kembali lalu pergi keluar kelas. 
Astaga cuek banget tuh orang, setelah suruh berdiri malah langsung pergi. Suruh nyanyi atau berpuisi lah supaya seru, bukan langsung pergi. "Semoga saja dia terpeleset ditoilet" geramku padanya.
MOS pun berakhir, kita sudah mulai belajar disekolah. Kali ini fix kak zayn merupakan orang yang ramah, beberapa kali dia lewat depan kelas bersama temannya, sambil menegur siapapun yang dilewati. Dia pun terlihat murah senyum dan suka tertawa.
Setiap hari aku semakin penasaran dengan kak Zayn. Ingin kudekati dia, tapi dia sepertinya tidak melirikku sedikitpun, pernah menegur tapi kalau memang berpapasan lewat. Setidaknya melirik ke arah kelasku lah, mungkin dia bisa berpura-pura mencariku hahaha. 
Di rumah aku mulai memikirkan dia, apalagi setelah melihat dan mendengarkan dia saat tadzkir rutin setiap minggu disekolah. Pokoknya kak Zayn type lelaki yang baik, kelihatan banyak juga cewek-cewek yang dekat dengannya, entah itu teman, saudara atau bukan. Sepertinya aku agak sedikit kesal.
Akhirnya aku tetapkan niat untuk mendekati kak Zayn, yah parasnya tidak seberapa, standar lah, tapi dia terlihat cerdas dan pandai bergaul. Dia juga pandai tentang agama, wajarlah kan dia ketua Rohis. Saat berjalan menuju kantin aku bertemu dengan kakak cewek berkerudung putih yang mereka bilang mirip denganku, "ternyata dia mantan kak Zayn", kata temanku.
Akupun mengajak temanku Widya namanya, untuk menemaniku. Aku minta tolong agar Widya meminta nomor HP kak Zayn dengan alasan apapun terserah dia. Widya pun berjalan menuju suatu ruangan yang ada kak Zayn didalamnya, dan ruangan itu merupakan tempat berkumpul pengurus rohis dan siswa muslim lainnya. 
Yesss, Widya pandai juga yah, dia berhasil mendapatkan nomor HP kak Zayn. Walaupun ternyata nomor tersebut sudah ditempel dipintu ruangan itu, sebagai kontak yang bisa dihubungi untuk suatu kegiatan Rohis. Berarti seharusnya aku bisa mendapatkan nomor kak Zayn tanpa bantuan Widya, tapi yasudahlah, setidaknya misi berhasil.
Ke-esokan harinya aku beranikan diri menghubungi kak Zayn, dengan alasan ingin mengikuti LDK Osis. Jujur saja aku tidak pernah ada niat untuk mengikuti organisasi tersebut, apalagi begitu rumit untuk menjadi pengurus osis. Pada malam hari pun aku mengabari kak Zayn kembali, kali ini dengan alasan batal mengikuti LDK Osis.
Sepuluh menit tidak ada balasan darinya, akhirnya akupun mengirim pesan "Kak sedang apa?"
Sejak saat itulah cerita kita dimulai. Aku sangat senang dia mau mengizinkanku untuk mengenalnya lebih dekat. Memang parasnya standar, setidaknya aku punya kesempatan mengenalnya. Ada banyak cerita tentang kita, dan mungkin akan ku ceritakan di tulisan selanjutnya.

No comments:

Post a Comment